SEMUANYA HANYA DEMI IMPIAN

Setiap hari kita bekerja keras dan pantang menyerah, bahkan sampai terkadang kita benar-benar sibuk dan mengorbankan segala sesuatu yang kita punyai. Setiap hari dengan begitu bersemangat kita bekerja keras tanpa lelah, saya yakin semuanya itu hanya untuk satu hal. Satu hal yang sangat kita dambakan dalam hidup kita untuk kita raih di masa depan. Satu hal itu bernama IMPIAN.

Hal ini aku sadari sekitar 10 hari terakhir. Aku mulai sadar bahwa ternyata impian adalah salah satu hal yang dapat menjadi motivator bagi diri kita untuk tetap berjuang, bergerak, belajar, bersemangat selalu dalam jalani hidup. Ya, aku bertanya pada diriku sendiri, untuk apa aku bekerja keras dan terus belajar serta mengembangkan diri ? Dengan sekian banyak perenungan, akhirnya aku temukan jawabnya yaitu semua itu demi impianku. Kemudian dari situ aku dapat berkata pada diriku sendiri, seandainya aku tidak punya itu semua pasti aku sudah menyerah sekarang.

Aku yakin, kalian semua saudara-saudaraku juga punya pemikiran dan prinsip yang sama. Aku yakin dengan sangat bahwa kalian semua bekerja keras demi suatu impian atau tujuan yang ingin kalian semua capai dalam hidup kalian. Kalian semua bekerja untuk suatu impian atau cita-cita kalian. Mungkin saja ada yang bekerja keras dan belajar untuk dapat meraih gelar yang lebih tinggi dalam pendidikan. Mungkin juga ada yang bekerja demikian keras dengan penuh kesungguhan hati karena mereka ingat bahwa ada orang-orang di rumah yang menunggu untuk mereka makan dan kehidupan yang lebih layak. Mungkin ada pula yang bekerja dengan demikian rajin untuk dapat memperoleh kesempatan membawa orang tua atau anak-anaknya berwisata ke suatu tempat yang belum pernah mereka datangi dan sangat ingin mereka datangi.

Tidak ada yang salah dengan semua tujuan dan impian kita. Justru hal itu harus terus kita miliki jika kita ingin meraih sesuatu yang lebih besar dan lebih besar lagi dalam kehidupan. Hal ini pula yang disampaikan oleh seorang temanku yang juga aku jadikan sebagai salah satu teladan terbaik yang pernah aku jumpai. Dia seorang teman yang luar biasa. Dia adalah orang yang menjagai hidupnya dengan sangat baik, sehingga ketika ada orang yang menggunjingkan dia pun dia pun tetap dapat bertahan menghadapinya. Dia dipertahankan oleh cara dia sendiri hidup, tanpa perlu terlalu banyak bicara melakukan pembelaan diri.

Jadi satu hal terpenting yang harus selalu kita ingatkan pada diri kita sendiri adalah untuk memiliki suatu tujuan atau impian yang ingin kita raih diseluruh sisa kehidupan kita. Tujuan atau impian yang akan menjadi pemandu dalam menjalani kehidupan ini sekaligus mungkin juga untuk turut membuat orang lain disekitar kita dapat mengambil pelajaran yang berharga dari kehidupan kita. Maka dari itu, baiklah mulai hari ini kita semua memiliki impian-impian terbaik kita di masa depan dan kemudian menjadikan impian-impian tersebut pemandu dalam menjalani kehidupan dengan sangat baik. Tetap bermimpi !

Comments

MERENCANAKAN KEHIDUPAN DENGAN LEBIH BAIK

Kehidupan ini begitu kompleks dan banyak sesuatu yang tidak jelas didalamnya. Oleh karena itu, kita semua harus merencanakan kehidupan yang kompleks dan tidak jelas ini dengan sangat baik. Hal ini perlu kita lakukan agar hal-hal yang kompleks dapat menjadi sedikit lebih sederhana dan sesuatu yang tidak jelas dapat menjadi lebih jelas.

Setiap langkah kehidupan perlu kita rencanakan dengan sebaik mungkin, sebab berjalan tanpa rencana akan membuat kita kehilangan arah dan seringkali menjadi pribadi yang tidak efektif. Kita membuang terlalu banyak waktu kita karena kita seringkali melakukan hal-hal yang tidak terlalu penting dalam hidup kita, semua itu karena kita tidak mengerti dengan jelas arah kehidupan seperti apa yang ingin kita tuju. Hal ini juga yang sekarang terjadi pada diri saya, terkadang saya masih melakukan beberapa hal (meskipun tidak banyak) tidak penting dalam hidup saya. Hal-hal yang tidak ada dalam rencana kegiatan saya setiap harinya. Namun berkat jadwal-jadwal yang sudah saya buat beberapa hari sebelumnya, ketidakefektifan itu tidaklah terlalu banyak dan ketidakefektifan itu juga merupakan hal produktif juga sebenarnya. Salah satu hal yang terkadang menjadi bagian dari ketidakefektifan itu adalah membuat tulisan, termasuk tentu saja tulisan ini.

Namun untuk ketidakefektifan yang baik seperti ini, terkadang masih bisa ditoleransi, sebab jika tidak segera ditindaklanjuti ide yang tiba muncul dikhawatirkan akan segera hilang. Tetapi saya juga akan terus berusaha untuk membuang ketidakefektifan ini dengan menjadikannya bagian dari rencana atau target-target yang harus saya lakukan atau raih setiap harinya. Dengan begitu, kehidupan saya dapat lebih efektif dan sekaligus produktif.

Dengan merencanakan kehidupan sejak dari jauh-jauh hari, kita juga dapat bekerja keras dengan cerdas. Tidak terlalu menganggur tetapi juga tidak terlalu sibuk sampai-sampai tidak memiliki waktu untuk beristirahat, bersenang-senang, dan mengembangkan diri kita. Merencanakan kehidupan itu perlu untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan setiap harinya untuk mengetahui apa yang perlu dan tidak, apa yang harus kita tangani sendiri atau apa yang harus kita serahkan kepada orang lain untuk menanganinya, serta juga untuk mengetahui seberapa banyak jumlah aktivitas maksimal yang bisa kita jalankan dalam suatu hari di hidup kita.

Akhirnya semoga dengan membaca tulisan ini kita semua terinspirasi untuk mulai belajar merencanakan kehidupan kita masing-masing dengan lebih baik. Kehidupan yang lebih baik untuk masa depan. Kehidupan yang lebih teratur dan indah. Kehidupan yang dapat kita semua nikmati ditengah-tengah setiap aktivitas pekerjaan yang kita lakukan. Kehidupan yang dapat mengembangkan sepenuhnya potensi pribadi kita dan orang-orang disekitar kita. Selamat berencana dan menindaklanjuti setiap perencanaan yang telah kita buat. Sukses untuk Anda dan saya !

Comments

MENCEGAH DIRI SENDIRI MENJADI MALAS

Siapapun orangnya, dia bisa menjadi malas jika tidak memberikan semacam ‘push’ atau ‘tekanan’ kepada dirinya sendiri. Kita semua harus seolah-olah dibuat merasa tertekan agar kita tetap bisa terus-terusan menjadi seseorang yang rajin. Salah satu cara yang aku temukan agar kita dapat merasa ‘tertekan’ adalah dengan memberi diri kita sendiri sebuah jadwal yang ketat setiap harinya mengenai apa saja yang harus kita lakukan atau capai pada hari itu.

Jadwal yang kita buat harus benar-benar jadwal yang paling ketat dan memaksimalkan waktu kita dalam sehari itu sehingga kita benar-benar dapat menjalani suatu hari dengan maksimal. Menjalani hari dengan maksimal dimaksudkan kita tidak terlalu menganggur pada hari tersebut, tetapi juga sebaliknya kita tidak terlalu sibuk sehingga tidak memiliki waktu hanya untuk sekedar bersantai sejenak. Jadi jadwal yang kita buat harus benar-benar pas.

Dengan membiasakan diri hidup terjadwal itu pula, semakin hari kita akan menjadi orang yang semakin disiplin dan teratur dalam menjalani hidup. Kedisiplinan itu penting sekali bagi setiap orang yang ingin sukses, namun menerapkannya tidaklah mudah. Oleh karena itu kita harus mulai membiasakannya dengan memberi diri kita sendiri jadwal kegiatan dan target yang harus kita capai. Hal-hal tersebutlah yang secara perlahan-lahan nantinya akan membuat kita terbiasa dan pada akhirnya akan membawa ke arah kedisiplinan.

Selain itu dengan membuat jadwal harian juga akan membantu menghindarkan diri kita dari kebingungan atau kehilangan arah dalam menjalani suatu hari. Ketika kita tidak memiliki jadwal harian, kita tidak tahu setelah kita selesai melakukan suatu hal kita harus melakukan apalagi. Dari situ kita akan menjadi seperti orang yang tidak punya tujuan atau tidak tahu arah. Kita akan mondar-mandir kesana-kemari seperti ayam yang kebingungan mencari induknya yang hilang. Hal itu benar-benar membuang waktu.

Jadi mulai sejak kita semua membaca tulisan ini, marilah kita belajar untuk mulai membuat jadwal harian serta target-target yang ingin kita dalam setiap hari yang ada dalam kehidupan kita. Dengan begitu kita dapat berharap kehidupan kita akan menjadi sebuah kehidupan yang dimanfaatkan dengan baik dan maksimal. Tujuan lainnya untuk menghindarkan kita dari aroma kemalasan. Keep on Fire !

Comments

KECERDASAN TANPA BATAS

Hai semua !!! Tiga hari terakhir aku tidak menulis. Baru hari ini tanggal 7 Oktober 2009 mulai menulis lagi. Jika sebelumnya aku pernah membuat tulisan dengan judul Kreativitas Tanpa Batas, kini aku membuat tulisan yang judulnya hampir dengan diakhiri kata-kata Tanpa Batas. Tulisan ini diinspirasi oleh kalimat yang diucapkan oleh salah satu ilmuwan dan merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh abad ke-20, Albert Einstein.

Kalimat yang berbunyi, “rasa ingin tahu punya alasan sendiri untuk hadir, jangan pernah kehilangan rasa ingin tahu yang suci ini”. Kalimat ini merupakan gambaran dari kecintaan Einstein akan ilmu pengetahuan dan juga kesadaran akan pentingnya terus belajar serta mengembangkan kemampuan intelektualnya. Melalui kalimat ini Einstein juga menunjukkan identitasnya sebagai ilmuwan dan penemu. Kalimat ini juga menggambarkan hobinya dalam merenung dan mengamati keadaan lingkungan sekitar yang pada akhirnya membuat dia menemukan beberapa hal yang tidak diketahui orang lain.

Dari kalimat tersebut, aku beberapa ini termotivasi kembali untuk lebih rajin belajar dan mengeksplorasi kecerdasanku. Aku yang secara sadar mengetahui memiliki kecerdasan yang lebih dibanding beberapa temanku yang lain merasa menyesal karena tidak sejak sedari awal aku kuliah aku mengembangkannya sampai dapat mencapai tingkat tertinggi. Aku sudah menyia-nyiakan sebuah anugerah yang sudah Tuhan berikan padaku. Aku beberapa hari ini juga ditegur mengenai menghargai pemberian Tuhan dalam hidup, baik pemberian berupa materi, kesehatan, kecerdasan, maupun talenta yang lain. Dalam firman-Nya, Dia memerintahkan kita untuk mengembangkan seluruh talenta yang sudah Dia berikan sampai mencapai tingkat yang terbaik. Dia juga ingin talenta yang telah kita terima digunakan sepenuhnya untuk melayani Dia melalui berbagai bidang yang kita kuasai.

Kesadaran untuk terus mengembangkan talenta ini pertama kudapatkan dari sebuah buku renungan pemuda. Dalam buku tersebut aku membaca sebuah renungan dengan judul Unjuk Gigi. Penulis renungan tersebut mengatakan bahwa talenta yang sudah Tuhan berikan harus kita kembangkan dan kita pertunjukkan ke dunia atau orang-orang lain. Jangan pernah sembunyikan talenta yang sudah Dia anugerahkan, namun gunakan semua talenta tersebut untuk menunjukkan eksistensi kita sebagai anak-anak Tuhan.

Renungan tersebut benar-benar menjadi sebuah teguran keras kepadaku, sebab aku telah mengambil langkah yang salah dalam beberapa waktu terakhir kehidupanku. Aku memutuskan untuk menurunkan standar kehidupan dan standar kerjaku. Aku melakukan hal itu awalnya untuk menyesuaikan diri dengan teman-temanku yang masih ada dibawahku, namun minggu lalu dari seorang motivator yang sedang naik daun di Indonesia aku mendapatkan sebuah kalimat yang juga menjadi motivasi bagi diriku untuk mulai mengembangkan diri kembali dan menggunakan kembali standar-standar terbaik yang dulu pernah kupakai dan menjadikanku salah seorang bintang. Kalimat yang diucapkan oleh Mario Teguh itu berbunyi, “Jika ada orang-orang lain yang berkata bahwa bahasa yang kamu gunakan terlalu tinggi, itu bukan kamu harus menurunkannya. Sebaliknya itu adalah waktunya bagi mereka untuk naik tingkat”.

Kini aku selalu mengingat-ingat teguran yang aku dapatkan dari buku renungan yang pernah aku baca sekaligus dari Mario Teguh. Aku sekarang sedang membangun kembali semangatku yang besar. Semangat untuk menjadi yang terbaik dan selalu naik tingkat pada suatu interval waktu tertentu. Semangat untuk terus berkembang sampai mencapai taraf perkembangan tertinggi yang dapat kucapai.

Melalui tulisan ini, aku berharap kalian semua yang membacanya juga memiliki keinginan untuk terus mengembangkan diri kalian sendiri. Jangan pernah sia-siakan seluruh anugerah, kesempatan, dan talenta yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita. Gunakan itu semua untuk menunjukkan eksistensi kita di dunia ini sekaligus untuk memuliakan nama-Nya. Keep on Fire !!! Keep on Study !!!

Comments

DIBENTUK DENGAN TUJUAN TERTENTU

Pagi ini aku membaca suatu judul berita di sebuah surat kabar yang mengandung kata Densus (Detasemen Khusus) 88. Berita itu memang tidak ada hubungannya dengan isi tulisan ini, namun kata Densus (Detasemen Khusus) 88 ini telah menginspirasiku akan pembentukan secara khusus dialami oleh setiap orang. Kesadaran akan arti pembentukan secara khusus ini aku dapat saat aku sedang dalam perjalanan pulang dari kampus.

Ketika teringat kembali kata Densus 88 ini, aku segera sadar bahwa ternyata Detasemen Khusus 88 Antiteror ini memang dibentuk dan dilatih secara khusus. Sebenarnya anggota dari Densus 88 Antiteror ini juga merupakan bagian dari keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia. Namun mereka merupakan orang-orang pilihan yang kemudian dilatih, dibentuk, dan diperlengkapi secara khusus untuk menangani masalah terorisme.

Dari contoh kasus mengenai Densus 88, ini aku mendapatkan suatu kesadaran baru, ternyata semua orang yang ada di dunia ini dilatih, dibentuk, dan diperlengkapi secara khusus dengan tujuan agar mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas khusus yang akan diserahkan kepada mereka. Seluruh anggota Densus 88 dilatih dan dibekali dengan kemampuan khusus untuk dapat mengatasi masalah ancaman terorisme, menangkap pelaku tindak kejahatan terorisme, dan masalah-masalah lain yang berhubungan dengan adanya ancaman teroris. Begitu juga seorang calon manajer, dilatih dan diperlengkapi secara khusus dengan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan untuk dapat menjadi seorang manajer yang handal. Hal yang sama juga berlaku untuk seorang calon masinis, pilot, nahkoda, pramugari, wiraniaga, direktur, CEO, software engineer, web designer, web developer, network specialist, arsitek, dan segala jenis profesi atau tugas-tugas lainnya.

Proses pembentukan ini sendiri dapat berlangsung melalui dua macam cara, yang pertama dengan melalui bantuan orang atau pihak lain dan yang kedua adalah melatih diri kita sendiri. Cara yang pertama biasanya dilakukan melalui training-training yang diberikan oleh seorang pakar atau suatu lembaga khusus yang bertujuan untuk mempersiapkan orang-orang suatu tugas tertentu. Cara yang kedua dilakukan dengan penuh kesadaran untuk melatih diri sendiri sesuai dengan tugas-tugas yang ingin kita jalani kelak. Proses pelatihan, pembentukan, dan memperlengkapi ini seringkali memakan waktu yang tidak singkat dan dengan tingkat latihan yang seringkali tampak sulit dan berat. Namun, memang untuk mencapai segala sesuatu yang terbaik tidaklah mudah. Butuh tempaan, kesabaran, dan juga semangat yang tidak pernah pudar untuk menjalani semua proses pelatihan, pembentukan, dan memperlengkapi yang kita jalani. Satu hal yang perlu selalu diingat adalah paksa diri kita untuk percaya bahwa jika mengikuti semua proses dengan baik, maka kita akan dapat menjadi pribadi seperti yang diharapkan sebagai hasil dari semua proses tersebut.

Jadi berusahalah selalu untuk mengingatkan diri kita sendiri akan pentingnya pembentukan secara khusus ini dan bersabarlah selama menjalani prosesnya yang seringkali tampak berat. Yakinlah bahwa segala sesuatu yang telah kamu jalani itu tidak akan sia-sia, namun membawa dampak perubahan yang besar dalam diri dan kemudian menjadikan diri kita sesuai dengan tujuan akhir dari semua proses tersebut. Tetaplah semangat dalam menjalani seluruh prosesnya dan kemudian lihatlah hasilnya bahwa kita telah menjadi pribadi yang berbeda yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Comments

BERFOKUS PADA IMPIAN

Setiap orang tentu memiliki impian, baik impian besar maupun impian kecil. Dan setiap orang tentu saja ingin setiap impiannya terwujud. Agar impian terwujud setiap orang memerlukan beberapa hal diantaranya tekad yang kuat, fokus pada impian, kemampuan atau keahlian yang dapat digunakan untuk mewujudkan impian, semangat, dan doa. Tanpa itu semua tidak akan ada impian besar yang terwujud.

Aku sendiri saat sedang mengembalikan fokusku pada hal-hal yang akan mendekatkanku pada setiap impian yang aku miliki. Aku memiliki banyak sekali impian yang ingin aku raih. Impian terdekat tentu saja lulus kuliah dari iSTTS dengan nilai yang sangat baik, selanjutnya adalah mulai bekerja dan mengumpulkan uang. Impian berikutnya setelah memiliki uang yang cukup adalah melanjutkan studi S2 ke luar negeri. Sampai saat ini, aku masih meyakini bahwa studi di luar negeri, apalagi di universitas ternama dapat mendongkrak nilai jualku. Selesai kuliah S2, aku ingin kembali ke Indonesia dan bekerja keras disini untuk mengembangkan usahaku sendiri.

Sejak membaca buku Kisah Sukses Google, aku selalu termotivasi untuk memiliki usaha atau bisnis sendiri. Usaha atau bisnis yang tidak main-main, bukan usaha atau bisnis yang sekedar muncul atau berdiri dan kemudian tenggelam atau bangkrut. Aku masih ingat kata-kata dari Larry Page, “aku tidak akan puas jika dalam usiaku yang masih muda ini, aku hanya bisa memiliki Google”. Ungkapan tersebut menandakan ambisi pribadi dari Larry untuk terus berkembang dan berkembang serta memiliki lebih banyak perusahaan besar dibawah tangannya. Berawal dari tekad yang kuat tersebut, kini telah terbukti Google telah sanggup menjadi perusahaan yang besar sekali. Google yang awalnya dibiayai oleh lembaga penelitian universitas Stanford, dan kemudian mendapatkan sumbangan dana dari salah satu pendiri SUN Microsystems, kini telah dapat membiayai dirinya sendiri. Hebatnya lagi, Google kini telah memiliki beberapa perusahaan lain dibawahnya. Google membeli beberapa perusahaan antara lain blogger, youtube, dan beberapa perusahaan lainnya.

Ekspansi Google telah begitu luar biasa dan menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia di seluruh dunia. Google terus berkembang bukan hanya di Amerika Serikat, negara asalnya, tapi juga di seluruh dunia. Google kini bukanlah Google yang dulu lagi, dia kini sudah menjadi perusahaan multinasional dengan pendapatan bersih mencapai miliaran dollar setiap tahunnya. Semua itu bisa dimiliki oleh Google karena usaha keras yang dilakukan oleh para pendirinya untuk memajukan Google. Berkat kerja keras, keberanian, kegigihan, dan semangat untuk memiliki perusahaan yang besar, mereka berhasil mengembangkan Google seperti sekarang.

Belajar dari mereka, kini aku sendiri ingin berfokus pada impianku. Aku benar-benar akan totalitas mengejar dan mewujudkan semua impian besar yang aku miliki. Aku akan memberikan semuanya dalam diriku agar impian tersebut terwujud. Semua hal yang tidak mendekatkan diriku ke impianku, mulai hari ini akan aku singkirkan dahulu. Aku akan membayar harganya sekarang, agar setiap impianku dapat terwujud.

Aku yakin dengan cara yang sama aku dapat berhasil dengan luar biasa. Aku yakin aku akan menjadi salah seorang sukses dan terkaya di dunia. Aku harus meyakinkan dan mendorong diriku sendiri. Aku harus memberikan motivasi yang besar untuk terus berjuang sampai berhasil. Gagal satu kali, dua kali, tiga kali, dan bahkan berkali-kali pun tidaklah masalah, aku tetap akan terus berjuang. Berjuang sampai berhasil. Berfokus pada impian ! Sukses !

Comments

BACK TO OUR WINNING HABIT

Setiap kita tentu pernah meraih hasil terbaik dalam hidup kita dalam bidang apapun. Meskipun kita tidak selalu meraih yang terbaik, tetapi paling tidak minimal kita pernah sekali meraih hasil yang menurut kita merupakan hasil terbaik yang pernah kita raih dalam hidup kita. Melalui tulisan ini aku ingin mengajak kalian semua untuk merenungkan kembali saat-saat kita semua meraih hasil terbaik dalam hidup. Semua ini perlu kita lakukan untuk membangkitkan kembali semangat diri kita untuk meraih hasil yang sama dan bahkan lebih dari sebelumnya.

Dalam hal organisasi selama kuliah, hasil terbaik aku raih pada tahun 2006. Melalui organisasi Panitia Pekan Kampus 2006 yang merupakan keikutsertaan pertamaku di organisasi ini, aku menatapnya dengan penuh semangat dan gairah yang tinggi untuk berprestasi serta memberikan yang terbaik. Aku membuktikan melalui semangat kerja kerasku bahwa aku adalah yang terbaik dan akhirnya aku berhasil menyabet salah satu “gelar” berharga Rookie of The Year of Pekan Kampus 2006. Sebuah gelar tidak resmi yang kudapatkan atas hasil jerih payah pengorbanan serta kerja keras yang kuberikan. Sebuah gelar yang memotivasi lebih lagi untuk terus memberi dan menjadi yang terbaik.

Namun sekitar 1 tahun terakhir, aku mengalami penurunan. Aku menurunkan standar agar dapat menyesuaikan diri dan diterima oleh teman-temanku. Aku menurunkan semua standar yang sebelumnya telah membuatku menjadi bintang dan berbeda diantara mereka semua. Awalnya aku menganggap hal ini perlu dan baik agar dapat lebih menyatu dengan orang lain. Namun kini setelah aku mengingat kembali ucapan salah seorang teman yang berbunyi, “jangan pernah mengubah pendirian dan standar-standar terbaik kita hanya demi disukai orang lain. Kamu tetap harus menjadi pribadi yang berpendirian dan berani mengambil sikap”. Kini setelah aku meraih hasil yang buruk saat menjadi Ketua Panitia Pekan Kampus 2009, aku baru sadar bahwa aku menjadi sedemikian buruk karena aku terlalu banyak menyesuaikan prinsip-prinsip serta standar terbaik yang aku pegang dengan standar yang biasa-biasa saja dengan orang-orang lain. Aku sudah mengalami penurunan jauh sebelum menjadi ketua.

Beberapa hari terakhir ini, demi mengembalikan semua prinsip serta standar terbaik yang pernah aku pegang, aku mulai membaca kembali seluruh catatan yang pernah aku buat selama aku masih hidup dalam standar serta prinsip terbaik yang aku ketahui. Aku lakukan ini mempelajari kembali bagaimana kehidupanku dulu saat aku masih menjadi seorang “bintang” yang bersinar terang diantara yang lain. Aku juga melakukan ini untuk membangkitkan kembali semangat kerja kerasku serta daya tahanku dalam berjuang. Aku ingin mengembalikan gairah dan antusiasme yang membara yang dulu pernah aku miliki dalam diriku. Aku ingin kembali ke kebiasaan-kebiasaan yang menjadikan aku seorang pemenang.

Besar harapanku juga kalian semua yang membaca tulisan ini dapat termotivasi untuk mengingat-ingat kembali seluruh prinsip terbaik yang pernah kita pegang dalam hidup. Prinsip-prinsip yang menjadikan kalian semua “maha bintang” dalam kehidupan kalian. Prinsip-prinsip yang menjadikan kalian semua orang yang “berbeda” dibandingkan orang-orang disekeliling kalian. Prinsip yang menjadikan kalian seorang individu yang layak menjadi panutan dan terang yang menyinari kehidupan orang lain disekitar kalian. Pelajari kembali dan kemudian terapkan seluruh prinsip-prinsip terbaik yang kalian semua pegang dulu kala.

Untuk menjadi seorang pribadi yang luar biasa, kita juga harus hidup dengan standar-standar serta prinsip-prinsip yang luar biasa. Standar dan prinsip “bintang” yang menjadikan kita berbeda dan mencolok diantara orang lain. Agar kita menjadi individu yang luar biasa, maka kita juga harus hidup dengan cara-cara yang luar biasa. Cara-cara yang umumnya tidak disukai oleh orang-orang yang ingin menjadi biasa-biasa saja. Sekitar dua bulan lalu, aku mendapatkan sebuah kalimat motivasi yang sangat bagus dari seorang teman, kalimat tersebut bunyinya, “untuk menjadi seorang pribadi yang luar biasa kita harus punya kedisiplinan ayam, ketekunan semut, kecerdikan ular, ketulusan merpati, dan hati seorang hamba”. Dari kalimat ini hendaknya kita semua melakukan introspeksi diri sendiri apakah kita sudah layak menjadi luar biasa dengan keadaan kita yang sekarang. Kita hendaknya bertanya pada diri sendiri apakah kita sudah memenuhi syarat untuk jadi luar biasa.

Demikian tulisan singkat kali ini aku buat. Semoga tulisan ini dapat berguna untuk memotivasi kita semua untuk kembali menemukan dan kemudian menerapkan standar-standar serta prinsip-prinsip kebintangan diri yang pernah kita semua pegang. Semoga juga tulisan ini juga dapat memotivasi kita semua untuk terus mengupayakan semua yang terbaik dari dalam diri kita. Selamat berjuang untuk menjadi bintang yang baru yang bersinar terang bagi semua orang disekitarnya ! Salam semangat !

Comments

MODULARISASI ORGANISASI

Hari ini tanggal 26 September 2009, saya membaca sebuah majalah bisnis yang sudah saya beli 4 bulan yang lalu. Memang terlambat untuk membacanya, namun saya memang juga baru sempat membacanya karena sedang ada waktu liburan. Sebuah informasi bisnis yang harusnya sangat terlambat karena bisnis terus berkembang setiap hari, namun informasi yang ada tetaplah berguna. Tulisan kali ini juga terinspirasi dari salah satu bahasan yang ada di majalah tersebut.

Pertama-tama saya akan jelaskan mengenai makna kata modularisasi. Dalam bidang komputer khususnya pemrograman dan algoritma, kata ini sering sekali didengar dan dibicarakan. Kata ini bermakna sifat terbagi-bagi atau terpecah-pecah dari suatu program. Tujuan sebuah program dipecah-pecah atau dibagi-bagi adalah untuk membuat suatu bagian dalam program tidak memiliki jumlah baris yang terlalu banyak sehingga menyulitkan dalam membaca kode programnya. Atas dasar alasan itulah, suatu bagian program yang cukup panjang dipecah-pecah menjadi kumpulan sub-sub bagian program yang lebih kecil. Kata modul sendiri berarti bagian dari sesuatu yang lebih besar. Istilah seperti ini juga dikenal di bidang elektronika, biasanya satu modul merupakan sebuah perangkat kecil dengan fungsi tertentu yang dapat digunakan untuk menyusun perangkat yang lebih besar dengan fungsi yang lebih banyak.

Ternyata uniknya, tidak hanya program atau perangkat elektronika saja yang dapat dimodularisasi. Sebuah organisasi yang merupakan kumpulan dari individu-individu juga dapat diperlakukan serupa. Dari pengalaman berorganisasi pribadi dan juga dari membaca majalah bisnis tersebut, saya menjadi benar-benar sadar bahwa sebenarnya organisasi yang besar terdiri dari sub-sub organisasi yang lebih kecil. Pemecahan ini ditujukan untuk mempermudah pengelolaan sekumpulan individu itu sendiri. Setiap sub-sub organisasi memiliki strukturnya sendiri, dimana pemimpin dari tiap sub organisasi akan bertanggung jawab terhadap pemimpin utama organisasi yang lebih besar.

Penerapan sistem modularisasi ini dijumpai pada semua organisasi yang memiliki struktur yang jelas dan baik. Tidak hanya organisasi sekolah, organisasi kampung, organisasi kemahasiswaan, bahkan perusahaan-perusahaan besar di dunia ini juga menggunakan sistem seperti ini. Beberapa contoh yang saya ketahui: Microsoft memiliki divisi sistem operasi, divisi office solution, divisi tools pengembangan software/aplikasi, divisi server/enterprise solution (nama-nama divisi yang saya sebutkan ini belum tentu sama dengan yang sesungguhnya, saya hanya tahu ada divisi-divisi seperti itu tanpa mengetahui nama divisinya), IBM memiliki divisi PC (sudah dijual ke Lenovo, Inc.), divisi super komputer, divisi software, dan ada beberapa lagi (sekali nama yang saya sebutkan belum tentu sama dengan nama sebenarnya), Time Warner memiliki divisi penerbitan (dibawahnya ada beberapa nama majalah terkenal di dunia seperti Time, People, Fortune, Sports Illustrated, dan lain-lain yang semuanya memiliki struktur organisasinya sendiri), media online, dan lain-lain.

Sistem modularisasi ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar atau organisasi-organisasi besar lain dengan tujuan untuk lebih mempermudah dalam pengelolaan dan agar setiap orang dalam organisasi mengetahui dengan pasti tanggung jawabnya serta dapat fokus dalam menjalankan tanggung jawab tersebut. Selain itu sistem ini juga berguna untuk agar tidak ada tumpang tindih dalam kerja organisasi yang dijalankan. Hal ini juga memudahkan pemimpin utama organisasi dalam memeriksa kinerja organisasinya secara keseluruhan ataupun secara per bagian atau divisi.

Demikianlah tulisan singkat saya mengenai topik modularisasi organisasi ini. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman organisasi yang sejauh ini saya miliki dan juga karena terinspirasi sebuah artikel yang ada di majalah bisnis yang saya baca hari ini. Semoga berguna !

Comments

REALLY ACHIEVING YOUR CHILDHOOD DREAMS

The title of this article is the title of the last lecture that Dr. Randy Pausch, Phd. have teach at CMU (Carnegie Mellon University) about one and half year ago. A very inspiring lecture. Randy Pausch speak many things about his own childhood dreams. So many dreams that he believe he can achieve one day in his life.

He tell to all the audience that come to his last lecture about all his dreams that is be at zero gravitation condition, be an engineer at Walt Disney, play at National Football League competition, be Captain Kirk, write article about World Book Encyclopedia. That his very big dreams. He tell to all the audiences that wall stand in front of us stand at there not to block us away from our dreams but just for a reason. So believe that all of our dreams can be true. Believe that we achieve all of our dreams.

Randy tell that he almost fail to make one of his dreams come true. He tell that he almost fail to be at zero gravitation condition. Some years ago he and his students win a competition at NASA. The price for the winner is flight with a special plane that NASA developed for simulating zero gravitation condition for every astronaut that will do a mission to space. This plane will fly on parabolic curve path. On the top of the curve, every passenger will be at zero gravitation condition for about 25 seconds. Randy almost fail to achieve this dream because there a rule for the winner that is the lecturer of the winner students can’t flight together with his students. But he never give up. He try to find another way so that he still can flight with his students and make his dream come true. He know that NASA need a publication about everything they do and there’s a rule that permit the winner accompanied by reporter from their campus. Finally, Randy make a decision that he will resign as accompanying profesor for his students, but he want to propose himself as the accompanying reporter for his students. Finally NASA make an approval for his idea and he can flight together with his students and feel the zero gravitation condition. He also quoted a sentence from Walt Disney, “If you can dream it, you can do it”. That sentence motivating to give his last lecture to his colleagues, students, and staff at CMU.

This short story of Randy Pausch’s life is a very motivating story. He said, “we may have problems in our life, we can’t change that but we can change how we react to the problems appear.” He decide not to tell about his cancer, but he decide tell about dreams and how to make that dreams come true. He want to motivating people to achieve their childhood dreams. He do a different way to live his six months life. He still happy though he know that he just can life in about next six months. Really good way to life !

Comments

SATU IMPIANKU SUDAH TERWUJUD

Setelah semuanya berjalan dari bulan November tahun lalu sampai September tahun ini, Pekan Kampus 2009 akhirnya berakhir. Sebuah pengalaman berharga aku dapat menjadi ketua panitia tersolid dan terbaik yang ada di kampusku. Aku sangat bangga boleh mengemban kepercayaan yang luar biasa ini.

Aku akui menjadi Ketua Panitia Pekan Kampus adalah salah satu impian yang aku miliki. Impian ini mulai di akhir keikutsertaanku yang kedua sebagai panitia di tahun 2007. Pada akhir masa jabatanku itu, aku sudah merencanakan tahun depan aku akan mendaftar jadi ketua, dan aku juga sudah mulai menyusun perkiraan susunan kepanitiaanku serta orang-orang yang aku harapkan dapat menjadi bagian dari timku tersebut. Aku melakukan ini karena aku termasuk orang yang detail dan tidak ingin melakukan sesuatu tanpa pertimbangan yang kuat, aku tidak ingin melakukan sesuatu dengan asal-asalan. Aku ingin melihat segala sesuatunya berjalan dengan sangat baik.

Aku benar-benar mendambakan dapat menjadi Ketua Panitia Pekan Kampus, bahkan impian ini sampai membuat aku merevisi rencana hidupku selama di perkuliahan. Awalnya aku sudah merencanakan untuk total berhenti berpartisipasi dalam organisasi selesai menjabat sebagai pengurus SEMA tahun 2007/2008, namun demi mengejar salah satu impianku ini aku ubah rencana tersebut. Impian ini bahkan mengalahkan juga impian untuk menjadi Ketua BEM periode 2008/2009, meskipun sudah ada beberapa orang yang mendorongku untuk maju ikut pencalonan namun aku tolak. Semua itu aku lakukan hanya demi satu impian, MENJADI KETUA PANITIA PEKAN KAMPUS.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya masa pendaftaran itu tiba dan wawancara seleksi ketua pun dilangsungkan. Beberapa waktu setelah selesai wawancara, akhirnya muncullah satu nama yang terpilih sebagai ketua, dan ternyata itu bukan aku. Aku kecewa karena gagal meraih salah satu impian terindahku selama kuliah dan aku sempat memutuskan untuk benar-benar tidak akan menjadi panitia dan tidak akan mencoba mendaftar lagi sebagai ketua tahun depannya. Namun seiring berjalannya waktu serta bertambahnya pengertianku akan makna dari setiap kejadian yang aku alami dalam hidupku dan juga dengan bertambahnya pengetahuan mengenai sikap, kepemimpinan, sukses, dan lain-lain, aku memutuskan untuk mencoba kali kedua sekaligus terakhir kalinya sebagai ketua.

Aku mengetahui dengan jelas kemana aku ingin berjalan dan apa yang ingin aku raih. Aku perbaiki diriku sendiri terus dan terus. Aku lihat semua hal-hal baik dalam diri ketua tahun-tahun sebelumnya. Aku serap itu dan kemudian aku coba terapkan dalam hidupku. Aku mendapati banyak pelajaran berharga dalam hidupku dan aku juga berubah dalam cukup banyak hal yang tidak baik dalam hidupku. Aku jadi memahami kembali pentingnya kedisiplinan, sebuah pelajaran yang aku dapatkan ketika aku menjadi peserta Pekan Kampus 2005, meskipun pelajaran ini belum aku terapkan dengan sempurna. Aku jadi memahami pentingnya rapat dan kekompakan tim. Aku jadi memahami struktur organisasi dengan lebih baik dan mengapa struktur itu dibuat sedemikian rupa. Aku dapat pelajaran mengenai bagaimana bersikap di depan orang lain serta bagaimana berkomunikasi dengan mereka yang pada umumnya berbeda denganku. Aku jadi mulai mengenal pentingnya kedekatan dengan Tuhan lebih lagi. Sungguh benar-benar banyak sekali pelajaran berharga yang aku dapat, pelajaran-pelajaran yang membukakan pengertian-pengertian dalam pikiranku. Pelajaran-pelajaran yang menjadikan jauh lebih dewasa dibandingkan sebelumnya.

Namun ada satu kesalahan terbesar yang aku lakukan justru ketika aku sudah resmi menjabat sebagai ketua, yaitu aku ubah sebagian strategi yang sudah aku rancang dari awal demi menyesuaikan dengan beberapa orang. Perubahan yang aku buat itu ternyata justru menjadikan kinerjaku sendiri tidak maksimal dan akhirnya membuat seluruh panitiaku juga tidak maksimal dalam bekerja. Aku menyesalinya namun aku ambil pelajarannya yang berharga dan akan segera melupakan kejadiannya. Aku akan gunakan pelajaran tersebut untuk memperbaiki diri di kemudian hari.

Kini, aku dengan bangga boleh berkata pada diriku sendiri, YES I CAN MAKE ONE OF MY DREAMS COME TRUE. Ya benar satu impianku sudah terwujud dan aku boleh senang serta berbangga sejenak, namun aku tidak ingin terlena sebab masih banyak impian-impian lain yang ingin aku raih di masa depan. Hari ini juga sebelum aku membuat tulisan ini, aku sudah membuat sebuah daftar yang berisi impian-impian atau hal-hal yang ingin aku raih 10 tahun dari sekarang. Hal itu aku lakukan agar aku memiliki arah serta panduan yang jelas dalam belajar dan bekerja keras di hidupku. Saatnya berkata, masih banyak impian yang harus diwujudkan 10 tahun sekarang dan untuk mewujudkan itu semua harus tetap belajar serta bekerja keras dengan teratur dan sangat baik. I want to really achieving all my dreams ! My great dreams. Forca !

Comments

« Previous entries